Tuesday, May 31, 2016

Ya Allah...
Lindungi dia disana
Lindungi orang-orang yang dia sayangi
Jagalah dia untukku
Angkatlah beban di pundaknya
Berikan jalan keluar atas segala keresahannya
Hapuskanlah segala kesedihan di hatinya
Sentuhkanlah hatinya dengan cahayaMu
Peluklah dia dengan kasih sayangMu

Friday, May 27, 2016

Resahku,gelisahku
Pergilah
Dia baik-baik saja

Berbisik pada angin
Katakan padanya
Jadilah kuat selalu
Seperti kuda di tengah padang
Tatapannya tidak pernah layu
Terus berlari
Jangan pernah berhenti

Katakan padanya
Pandanglah samudra
Luasnya akan membuka matamu
Jangan bersedih terpaku
Bahwa dunia ada bersamamu

Katakan padanya
Tetaplah berdiri tegak
Badai pasti berlalu
Setelah itu
Matahari akan datang bersamamu

Berbisiklah wahai angin
Sampaikan padanya
Aku akan tetap disini menunggu



Rahia.desa sunyi yang berisikan orang-orang luar biasa.aku tidak pernah merasakan kesepian.mereka menjagaku seperti menjaga keluarga sendiri.2 tahun lamanya.dan sudah berlalu 3 tahun.tapi mereka masih terasa dekat

Kemarin,salah seorang kepala puskesmas rahia menghubungiku.dia sedang berada di juanda.ada undangan dari pusat.tanpa berpikir panjang,akupun melaju ke stasiun dan bertemu dengannya.wajahnya semakin tua.tapi terlihat semangatnya yang tidak asing lagi bagiku.masih dengan kesantunannya dia berkata "saya senang mi bisa ketemu kita disini.saya tidak pernah bermimpi,saya bisa menginjakkan kaki di jakarta"

Aku hanya bisa tersenyum.dan bersyukur bisa bertemu dengan keluargaku di juanda.bercakap-cakap,bertukar pikiran,memberikan motivasi.4 tahun lagi beliau pensiun.semoga Allah memberikan keberkahan kepada pak La Kaosi sekeluarga.

Terima kasih pak La Kaosi.terima kasih untuk semua keluargaku di rahia,buton.waktuku yang penuh rasa syukur bersama kalian itu akan kuceritakan kembali kepada anak-anakku nanti.agar mereka bisa melihat,sebuah keluarga yang benar-benar dari hati.membuka tangan dengan setulus jiwa.

Wednesday, May 25, 2016


Ya Allah...
Lindungi dia disana
Lindungi orang-orang yang dia sayangi
Jagalah dia untukku
Angkatlah beban di pundaknya
Berikan jalan keluar atas segala keresahannya
Hapuskanlah segala kesedihan di hatinya
Sentuhkanlah hatinya dengan cahayaMu
Peluklah dia dengan kasih sayangMu

Ternyata diriku masih belum dewasa.seperti anak kecil yang merajuk manja.salah terka,terkadang emosi mengalahkan logika.harusnya aku bertanya.dengan jelas.
Banyak yang ingin aku katakan.tapi semua menguap.
Ya.kembali duduk sendiri
Mengulang kembali ingatan semalam
Untuk Maaf yang tidak tersampaikan.

Bukan semalam yang ingin kuucapkan
Melainkan aku akan terus menjaganya
Melainkan doaku tidak terputus untuknya
Melainkan aku terus percaya padanya
Melainkan aku akan terus membuatnya tersenyum
Melainkan aku akan selalu ada
Tp yang keluar hanya keegoisanku

Menangis lagi.entah kenapa ini semua membuatku bertambah kuat untuk menjaganya.tidak hilang kepercayaanku padanya
Tp ya....aku butuh sendiri dulu.menyerapi semuanya

Lindungi dia Tuhan.untuk dia...untuk orang-orang yang dia sayangi
Sampaikan rinduku yang belum terucap
Sampaikan padanya...bahwa semua akan baik-baik saja
Sampaikan padanya bahwa aku tetap percaya

Namun bila memang dia lelah berjuang,akupun akan berhenti.sebab akupun telah lelah.ini adalah pencarian terakhirku.
berteriaklah padaku sekencang mungkin agar aku menoleh kembali.tariklah tanganku sekuat mungkin agar aku kembali.

Mulai dari awal..semakin kuat bersama-sama


Namanya alzheimer.dia hinggap di dalam dirinya,ayahku.ayah lupa rumahnya.lupa bagaimana cara mandi sendiri,lupa cara memakai baju sendiri.lupa cara sholat,lupa cara memakai sendok.tidak tau apakah pagi atau malam.tapi saat tangan itu meminta pertolongan,itulah dirinya yang sebenarnya.dan aku...dengan senang hati membimbing tangan itu.tangan yang telah menggendongku sewaktu kecil.tidak apa aku memperkenalkan diriku setiap hari.aku akan terus memanggil dirinya yang tenggelam ditengah hutan belantara.aku akan terus memanggilnya.

Dad
We love you.always love you.


Saturday, May 14, 2016

Duduk dibawah wajah langit malam
Melipat kaki dan ku bersenandung
Bintangnya tampak jauh
Tapi cahayanya menyilaukan mataku

Aku tersenyum
Teringat sesuatu
Kau dijagaNya
Aku tenang

Hatiku yang kini berdamai
Menjelma rasa rindu
Laguku adalah seuntai doa
Senyumku merekah
Tumbuh menjadi rasa syukur
Telah bertemu dengannya

Aku seperti gadis kecil
Merajuk manja
Hatiku seperti kertas
Tapi
Aku tau
Ini prosesku
Nikmati saja

Aku telah berlabuh
Aku telah sampai
Aku tidak akan  menyerah
Tidak akan berhenti
Tapi aku akan berjuang sekuat tenaga
Menjaganya
Menjaga rumahku
Tempat aku pulang






Friday, May 13, 2016

Terlalu ramai
Terlalu gaduh
Kadang pekat
Tangisku meledak

Mencari ruang kosong
Untuk duduk merapat
Ternyata
Jauh itu sulit
Haruskah aku berhenti?
Sampai disini saja?
Haruskah aku menyerah?

Tp ini baru dimulai
Baru saja
Sudah janji terhadap diriku
Aku akan menjaganya

Otakku seperti benang kusut
Tak mampu berdamai dengan hati
Salah satunya berusaha mengacaukan
Tapi nurani tak bisa berbohong
Aku akan terus menjaganya
Sebesar apapun gelombangnya

Nuraniku berusaha menjinakkan hati dan pikiran

Semua akan berjalan baik-baik saja
Semuanya...
Akan baik-baik saja