Thursday, April 21, 2016
ayahku hebat
Seorang lelaki tua itu nampak kosong pandangannya.seluruh kosakatanya habis ditelan waktu.usang.pikirannya berusaha mencari kata yang tepat,namun sayang..hanya kata lupa yang terucap.adakah aku di memorinya?aku hanya tersenyum.apapun itu,dialah ayahku.yang pernah menggendongku setulus hati,menahan laparnya untukku,menahan lelahnya dan tetap tersenyum.itulah ayahku.ketidaksempurnaannya tak jadi masalah bagiku.ada yang datang,ada yang pergi.saat waktu tidak bersama,aku ingin memori itu kembali kuceritakan pada anakku kelak.bahwa dia adalah ayah terhebatku.thanks daddy,for being my dad
Tuesday, April 19, 2016
Pagi ini...
Tiba-tiba rasa rindu menyeruak
Entah darimana datangnya
Semua kekhawatiran kembali datang
hatiku tidak tenang
Berharap perlindungan dari sang Maha Pencipta
Kepada jiwa yang sedang jauh disana
Pagi ini
Semoga senyum menghiasi wajahnya
Matahari menghangatkan jiwanya
Angin melepas segala kerisauannya
Semoga barisan jiwanya kuat menghalau badai
Bangkit kembali saat terjatuh
Tetap bersinar ditengah kesepiaannya
Wajahnya tetap tegak dikala hujan
Berjalan kuat dengan kaki mencengkram bumi
Suara hatinya memandunya
Untuk tetap berlari
Bila tidak sanggup,agar tetap berjalan
Tapi tidak berhenti
Tidak pernah berhenti
Lindungilah dia Tuhan
Tiba-tiba rasa rindu menyeruak
Entah darimana datangnya
Semua kekhawatiran kembali datang
hatiku tidak tenang
Berharap perlindungan dari sang Maha Pencipta
Kepada jiwa yang sedang jauh disana
Pagi ini
Semoga senyum menghiasi wajahnya
Matahari menghangatkan jiwanya
Angin melepas segala kerisauannya
Semoga barisan jiwanya kuat menghalau badai
Bangkit kembali saat terjatuh
Tetap bersinar ditengah kesepiaannya
Wajahnya tetap tegak dikala hujan
Berjalan kuat dengan kaki mencengkram bumi
Suara hatinya memandunya
Untuk tetap berlari
Bila tidak sanggup,agar tetap berjalan
Tapi tidak berhenti
Tidak pernah berhenti
Lindungilah dia Tuhan
Monday, April 18, 2016
Hujan telah turun..
Pelupuk mata terasa berat
Duduk melipir
Tersenyum namun...
Ada waktunya sedih kembali
Bolehkah?
Ada waktunya kekhawatiran itu datang
Bolehkah?
Biarkan aku sendiri dulu
Tp...aku adalah aku
Hidup ini terlalu indah untuk sedih berlarut
Seandainya waktu telah habis
Aku ingin tersenyum
Bahwa aku telah menjalankan waktuku dengan baik
Hai kesedihan
Aku tak takut
Aku punya Sang Pencipta
Waktuku adalah amanahku
Waktuku adalah bekalku
Subscribe to:
Posts (Atom)